Kepemimpinan baru TCID: Siap menjawab tantangan zaman

Kepemimpinan baru TCID: Siap menjawab tantangan zaman

The Conversation
08 Aug 2025, 09:46 GMT+

Share article

Print article

Please click here to read this blog post in English.

The Conversation Indonesia (TCID) dengan bangga mengumumkan susunan kepemimpinan baru yang terdiri dari para profesional bidang jurnalisme dan media dengan rekam jejak yang kuat, komitmen pengembangan diri, dan dedikasi terhadap kemajuan masyarakat Indonesia.

Per 1 Agustus 2025, The Conversation Indonesia telah mengangkat Anggi M. Lubis sebagai Chief Editor & Content Director dan Astrid Wibisono sebagai Director of Development & Stakeholder Engagement.

Sebagai Chief Editor Anggi bertanggung jawab memimpin operasional ruang redaksi, strategi audiens dan konten, serta memastikan bahwa TCID mempertahankan standar keunggulan jurnalistik, mematuhi pedoman etika, dan menjalankan misinya untuk membangun masyarakat yang melek informasi.

Sementara sebagai DSE Director Astrid bertanggung jawab memimpin upaya penggalangan dana, pengembangan bisnis, dan keterlibatan pemangku kepentingan TCID untuk mencapai keberlanjutan finansial, membangun hubungan yang bermakna, serta memperkuat reputasi dan dampak TCID.

Saya bahagia dan bangga didampingi Anggi dan Astrid mengisi jajaran manajemen The Conversation Indonesia.

Anggi-sebelumnya memegang jabatan Managing Editor, serta Astrid-sebelumnya memegang jabatan Deputy Director DSE, telah berhasil menjalankan peran Acting Chief Editor dan Acting DSE Director selama enam bulan sejak Februari 2025.

Kinerja Anggi dan Astrid memperkuat keyakinan kami bahwa mereka siap memimpin TCID mengarungi babak baru melayani masyarakat Indonesia membumikan sains dan menyediakan informasi berkualitas di tengah disrupsi teknologi digital dan percepatan artificial intelligence (AI).

"Kami melihat Anggi dan Astrid sebagai pemimpin yang tidak hanya punya rekam jejak kuat, tetapi juga kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan TCID saat ini. Mereka mampu mengkoordinasikan tim dengan tenang dan efektif, serta mendampingi CEO dalam mengarahkan organisasi ke arah yang lebih baik," kata Daniel Rembeth, anggota Dewan Pengawas TCID dan bagian dari tim evaluator kesiapan promosi.

"Kami percaya bahwa kehadiran mereka akan mempercepat langkah TCID dan memperkuat fondasi untuk masa depan," tambah Daniel.

Janoe Ariyanto anggota Dewan Penasihat untuk Keberlanjutan TCID dan bagian dari tim evaluator kesiapan promosi mengakui mempertahankan keseimbangan pelbagai variabel jurnalisme-seperti menjaga kebijakan redaksi untuk memenuhi kebutuhan informasi publik sambil menjawab tuntutan transformasi digital dan keberlangsungan usaha-bukan hal yang mudah.

"Anggi telah mempraktekkan sikap dan tindakan nyata, tentang bagaimana menjaga berbagai variabel krusial dalam jurnalisme itu secara konsisten," kata Janoe. "Saya percaya, perannya ke depan akan semakin membawa TCID lebih progresif, sekaligus adaptif terhadap berbagai macam tantangan," tambahnya.

Janoe menambahkan bahwa dalam menjaga keberlangsungan media, "Astrid telah membuktikan progresifitasnya dan tahu betul bagaimana menempatkan posisi TCID secara proporsional diantara pertimbangan bisnis dan independensi content".

Anggi memulai karir di TCID pada Januari 2022 sebagai Editor rubrik Bisnis + Ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa misi pribadinya adalah untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat sembari terus belajar. "Saya sangat mengapresiasi kepercayaan TCID yang menitipkan peran ini ke saya. Saya akan berusaha untuk terus amanah, dan melihat peran ini sebagai sebuah wadah untuk menjalankan misi saya," Anggi berkata.

Anggi memasuki peran ini dengan kesadaran bahwa industri media tidak sedang baik-baik saja. Tahun ini ratusan pekerja media terdampak pemutusan hubungan kerja di berbagai perusahaan media digital. Perlambatan ekonomi, perubahan algoritma platform digital, disrupsi teknologi AI dalam pencarian informasi berimbas pada jatuhnya pemasukan berbagai perusahaan media.

Tapi Anggi optimis bahwa semangat jurnalisme tetap hidup. "Saya melihat kondisi ini sebagai tantangan yang memotivasi agar kita terus berinovasi dan berkembang," ujar Anggi.

"Beradaptasi bukan berarti berkompromi dan kehilangan jati diri. Selama etika jurnalistik terus dijaga, saya melihat justru semakin banyak kanal di luar sana untuk menyampaikan kebenaran," lanjutnya.

"Di dalam ruang lingkup TCID, ini juga menjadi peluang untuk membumikan ilmu pengetahuan lewat jalur multiplatform yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat dan membentuk masyarakat berwawasan," kata Anggi.

Hal senada diungkapkan oleh Astrid. Ia melihat bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi masa depan TCID. "Jika harus memilih satu faktor, menurut saya yang paling penting adalah kemampuan TCID dalam beradaptasi menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan core value TCID," ujar Astrid.

Astrid bergabung di TCID sejak November 2021 sebagai Business Development Manager. Ia mengatakan bahwa ia antusias untuk terus berinovasi dalam memperkuat sistem sumber pendapatan dan membangun komunitas yang solid, demi memastikan keberlanjutan jangka panjang The Conversation Indonesia.

"Peran ini tidak mudah mengingat tantangan ekonomi saat ini tapi saya optimistis untuk menjalankannya karena value proposition TCID yang unik dan satu-satunya di lanskap media Indonesia," tambah Astrid.

Selain mengangkat anggota tim manajemen baru, tahun ini TCID juga telah menunjuk sejumlah manajer untuk mengelola operasional harian TCID.

Di redaksi, Anggi didampingi Robby Irfany Maqoma yang diangkat menjadi Managing Editor pada awal Juni 2025, setelah menjalani peran Acting Managing Editor sejak Februari 2025. Robby bergabung dengan TCID sejak Juli 2021 sebagai Editor rubrik Lingkungan.

Anggi juga didampingi Muammar Syarif yang diangkat menjadi Multiplatform Manager pada akhir Juli 2025, setelah menjalani peran Multiplatform Coordinator sejak Februari 2025. Muammar bergabung dengan TCID sejak 2022 sebagai Podcast Producer.

Sementara, di divisi DSE, Astrid didampingi Rina Aprilia yang diangkat menjadi Program Manager pada awal Juni 2025, setelah menjalani peran Acting Program Manager sejak Februari 2025. Aprilia bergabung dengan TCID sejak April 2022 sebagai Program Officer.

Pengangkatan anggota tim manajemen baru serta manajer harian TCID dilakukan setelah melalui proses evaluasi ketat yang mempertimbangkan pencapaian indikator kinerja, review survei 360 derajat, serta rapat evaluator.

Struktur kepemimpinan yang lebih kuat ini merupakan bukti komitmen kami terhadap misi TCID untuk membangun masyarakat berpengetahuan guna mendorong perubahan sosial positif bagi Indonesia. Saya percaya dengan tim ini, TCID mampu beradaptasi di tengah disrupsi dan tumbuh menjadi media alternatif independen yang berkontribusi nyata bagi demokrasi Indonesia.

The Conversation Indonesia (TCID) is proud to announce a new leadership team made up of experienced journalism and media professionals with strong track records, deep commitment to personal growth, and dedication to advancing Indonesian society.

As of August 1, 2025, The Conversation Indonesia has appointed Anggi M. Lubis as Chief Editor & Content Director and Astrid Wibisono as Director of Development & Stakeholder Engagement.

As Chief Editor, Anggi is responsible for leading TCID's newsroom operations, audience and content strategy, and ensuring that TCID upholds journalistic excellence, adheres to ethical standards, and fulfills its mission to build an informed public.

As DSE Director, Astrid is responsible for leading TCID's fundraising, business development, and stakeholder engagement efforts to ensure financial sustainability, foster meaningful relationships, and strengthen TCID's reputation and impact.

I'm honored and proud to be joined by Anggi and Astrid in TCID's senior management team.

Anggi-formerly TCID's Managing Editor, and Astrid-formerly Deputy Director of DSE, have both successfully served in acting roles as Chief Editor and DSE Director respectively for six months since February 2025.

Their performance convinced us that they are ready to lead TCID into a new chapter: serving the Indonesian public by grounding science in everyday life and providing quality information in the face of digital disruption and the rapid rise of artificial intelligence (AI).

"Anggi and Astrid are leaders who not only have strong professional backgrounds but also the leadership qualities that TCID needs right now. They are able to coordinate the team calmly and effectively, and support the CEO in steering the organization toward a stronger future," said Daniel Rembeth, member of TCID's Board of Supervisors and part of the promotion readiness evaluation team.

"We believe their presence will accelerate TCID's progress and strengthen the foundation for its future," Daniel added.

Janoe Ariyanto, member of TCID's Sustainability Advisory Board and also part of the promotion evaluation team, acknowledged that balancing the many variables in journalism-such as maintaining editorial policy to meet public information needs while navigating digital transformation and business sustainability-is no easy task.

"Anggi has consistently demonstrated both attitude and concrete action in maintaining these critical variables in journalism," said Janoe. "I believe her leadership will guide TCID to become more progressive while staying adaptive in the face of complex challenges," he added.

Janoe also highlighted Astrid's role in sustaining TCID as a media organization: "Astrid has proven her forward-thinking approach and clearly understands how to position TCID wisely between business considerations and editorial independence."

Anggi began her journey at TCID in January 2022 as the Business + Economics Editor. She shared that her personal mission is to contribute to society while continuing to learn. "I deeply appreciate TCID's trust in giving me this responsibility. I will do my best to carry it with integrity, and see this role as a platform to live out my mission," she said.

She enters this role fully aware that the media industry is in a difficult state. This year, hundreds of media workers have faced layoffs across digital newsrooms. Economic slowdowns, shifting platform algorithms, and AI-driven disruption in how information is found have led to significant revenue declines for many media companies.

But Anggi remains optimistic about the future of journalism. "I see this situation as a challenge that motivates us to keep innovating and growing," she said.

"Adapting doesn't mean compromising or losing our identity. As long as we uphold journalistic ethics, I see even more channels emerging to speak the truth," she added.

"Within TCID, this moment is also an opportunity to ground knowledge through multiplatform content that resonates with everyday life and helps build an informed society," she concluded.

Astrid echoed a similar sentiment. She noted that many factors will shape TCID's future. "If I had to name one, I believe the most important factor is our ability to adapt to future challenges without abandoning TCID's core values," she said.

Astrid joined TCID in November 2021 as Business Development Manager. She expressed her enthusiasm to continue innovating in strengthening revenue systems and building a strong community to ensure TCID's long-term sustainability.

"This role is not easy given the current economic climate, but I am optimistic because TCID's value proposition is unique - and truly one-of-a-kind in Indonesia's media landscape," Astrid added.

In addition to appointing new directors, TCID has also named a number of new managers to lead day-to-day operations.

In the newsroom, Anggi is supported by Robby Irfany Maqoma, appointed as Managing Editor in June 2025 after serving as Acting Managing Editor since February 2025. Robby joined TCID in July 2021 as Environment Editor.

She is also supported by Muammar Syarif, appointed as Multiplatform Manager in July 2025 after serving as Multiplatform Coordinator since February 2025. Muammar joined TCID in July 2022 as Podcast Producer.

In the DSE division, Astrid is supported by Rina Aprilia, who was appointed as Program Manager in June 2025 after serving as Acting Program Manager since February 2025. Aprilia joined TCID in April 2022 as Program Officer.

These appointments followed a rigorous evaluation process that considered performance indicators, 360-degree feedback, and an internal evaluator review.

This stronger leadership structure reflects our commitment to TCID's mission: to build a knowledge-based society and drive positive social change in Indonesia. I believe that with this team, TCID is well-positioned to adapt to disruption and continue growing as an independent alternative media platform that contributes meaningfully to Indonesia's democracy.

More Indonesia News

Access More

Sign up for Indonesia News

a daily newsletter full of things to discuss over drinks.and the great thing is that it's on the house!