Mengungkap misteri laut dalam Indonesia yang kaya akan mikroba ajaib

Share article

Print article

Laut Indonesia menyimpan begitu banyak rahasia yang belum terungkap, terutama di laut dalam.

Lebih dari dua pertiga wilayah laut Indonesia berada di kedalaman lebih dari 200 meter. Artinya, sebagian besar negeri maritim ini sesungguhnya berada di dunia gelap yang nyaris tak pernah kita lihat langsung.

Tak heran, laut dalam sering dijuluki sebagai "luar angkasa di bawah laut". Kondisinya ekstrem: gelap gulita, suhunya sangat dingin, dan tekanannya bisa ratusan kali lebih kuat pada kedalaman ribuan meter daripada di permukaan laut.

Pertambahan tekanan hidrostatik adalah 1 atm (0,1 MegaPascal) setiap penurunan 10 m ke dalam laut. Karena kedalaman laut hanya sampai 11.000 m, atau 110 MPa, maka hanya bisa ratusan kali.

Karena itu, untuk menjelajahinya butuh teknologi khusus. Bahkan, kapal selam biasa bisa hancur jika nekat turun terlalu dalam.

Menariknya, justru di kondisi ekstrem inilah banyak makhluk unik hidup. Salah satunya adalah mikroba laut dalam yang bisa bertahan di dekat gunung api bawah laut dengan suhu yang sangat panas. Mikroba ini berpotensi besar untuk riset kesehatan, misalnya sebagai sumber antibiotik atau enzim baru.

Read more: Laut dalam di Indonesia timur kaya bakteri, tapi belum banyak dipelajari

Namun, menjelajahi laut dalam bukan perkara mudah. Butuh teknologi yang mahal, akses sulit, dan kondisi laut yang ekstrem. Belum lagi, kurangnya dukungan pemerintah dan minimnya ilmuwan lokal. Semua ini membuat riset berjalan lambat.

Di saat yang sama, ancaman eksploitasi seperti rencana penambangan mineral di dasar laut, kian nyata. Padahal, jika rusak, ekosistem laut dalam butuh ratusan hingga ribuan tahun untuk pulih.

Penelitian tentang laut wajib memperhatikan kelestariannya. Pengetahuan hasil penelitian tentang laut dalam tanpa perlindungan bisa jadi bumerang. Jika hanya dimanfaatkan untuk eksploitasi tanpa mempertimbangkan kelestarian, akhirnya hanya mempercepat kerusakan ekosistem laut.

Read more: Indonesia kekurangan ilmuwan untuk menyibak misteri laut dalam: bagaimana cara mengatasinya?

Eksplorasi laut sangat penting bagi masa depan manusia karena lautan menyimpan berbagai misteri dan potensi yang berhubungan dengan kesehatan, pangan, dan kesiapan menghadapi bencana.

Dalam edisi terbaru Ask the Expert, kami berbincang dengan Yosmina Tapilatu, peneliti dari Pusat Riset Laut Dalam, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Yosmina menceritakan, saat ini ia sedang meneliti mikroba jenis Actinomycetes dari perairan laut dalam Indonesia yang berpotensi menjadi sumber penghasil senyawa metabolit sekunder yang mampu menghambat bahkan membunuh Mycobacterium tuberculosis-bakteri penyebab penyakit TB. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab mortalitas atau angka kematian tertinggi di dunia.

Penelitian ini didanai oleh BRIN dan LPDP melalui skema RIIM Kompetisi gelombang IV dan dilakukan berdasarkan temuan awal akan adanya sekuen bakteri aktinomisetes pada DNA lingkungan sedimen laut dalam Arafura kedalaman 1.457 meter, yang membuka peluang eksplorasi senyawa bioaktif baru dari mikroba ekstrem.

Tonton video lengkapnya di sini:

Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!

Klik di sini:

YouTube The Conversation Indonesia

TikTok The Conversation Indonesia

More Indonesia News

Access More

Sign up for Indonesia News

a daily newsletter full of things to discuss over drinks.and the great thing is that it's on the house!